I Love You Forever
“Acha, tunggu...! Gue minta kesempatan dari loe...! 1 kali lagi, gue nggak bakal ngehinatin loe lagi...! Please... Maafin gue...! Dihari Valentine ini gue mau mengutarakan cinta gue lagi Cuma dihati loe...!”
“Ah, basi kamu... Kamu udah ngehianatin aku... Aku nggak akan pernah maafin kamu...! kalau loe memang masih cinta ama gue, kenapa kamu nge-date ama Aren? Yang Playgirl itu.” marah Acha
“Bukan maksudku... Orang dia yang ngajak kok?!” bela Rio.
Dari kejauhan, Ozy yang ingin memberi Coklat dan Bunga di hari Valentine untuk Acha melihat Mantan kekasih itu berkelahi.
Saat sedang berkelahi dengan Rio, Acha melihat Ozy yang bengong dari kejauhan. Achapun langsung pergi meninggalkan Rio yang sedang menyanyikan lagu “MASIH CINTA” untuknya. Ia berlari mendekati Ozy. Ozy yang sedang bengong sontak kaget. Rio yang baru sadar bahwa Acha telah pergi dari hadapannya.
“Rio, jangan pernah kamu deketin aku lagi... Selamanya... Aku udah jadian sama Ozy. Dia lebih baik dan jujur dari pada kamu. Nggak gombal dan Playboy.” Kata Acha sambil berteriak.
Ozy hanya diam tanpa kata. Acha yang sedang berapi-api itu membawa Ozy meninggalkan Rio yang sedang kesal.
“Lihatin aja elo, Cha...! Elo bakalan jatuh lagi di pelukan gue!” teriak Rio dari kejauhan.
Rio yang sangat kesal berjalan kebelakang kelas 10 F. Disana telah menunggu anak buahnya dari GANK RASI BINTANG. Alvin, Iley dan Salma. Yang berketuakan Rio.
“Kalian semua pada tau nggak??” kata Rio dengan wajah yang kusut.. ( Belum disetrika kali...!! N)
“NGGAK TAHU...! Orang belum dikasih tau...!” kata Alvin, Iley, dan Salma bersamaan.
“Oh,iya-ya...!” kata Rio ling-lung.
“Hahahaha...!” tawa semuanya.
“Eh, lagi serius nie...! Sebel-sebel... Acha mutusin gue dan dia langsung pacaran ama Ozy yang tukang ngelamun itu.” Kata Rio marah.
(Karena saking marahnya, Rio menendang batu yang lumayan besar yang ada dihadapannya.)
“Jangan, Boss!!!” teriak Salma.
“Awwwww.... SAKITTTTTTTT!!!!!!” teriak Rio sejadi-jadinya.
“Nah, ya-am...!” kata Iley dengan ciri khas orang Sampitnya.
“Baru, mau dibilangin Salma, kalau batu itu keras banget...!” kata Alvin cengar-cengir menahan tawanya”
“Udah, nie gue punya rencana... Gue mau bales dendam sama Ozy...! Kalian setuju nggak???” tanya Rio.
“SETUJUUUUU....!!!” teriak mereka bersamaan.
Mereka berempat pun mengatur strategi untuk balas dendam dengan Ozy.
Disamping mereka sedang mengatur strategi untuk membalas dendam dengan Ozy, Ozy dan Acha malah asyik dua-duaan di pinggir kolam ikan di sekolah mereka. Sambil menikmati coklat pemberian dar masing-masing dari mereka..
Tiba-tiba, datang Deva dan Lintar yang sambil menggandeng pacar mereka masing-masing, Deva dengan Nova dan Lintar dengan Keke. Mereka mengejutkan Ozy dan Acha dengan cara mengambil potongan coklat yang Ozy dan Acha makan.
“Wah, enak nich...! Dua-duaan sambil makan coklat...! Ahay..!” kata Lintar dengan gayanya yang lucu.
“Hahahaha....!” tawa Deva, Nova, dan Keke.
“Duh, kalian ini ganggu aja...!” kata Ozy dan Acha dengan tampang kesal sambil tertawa.
“Iya...iya, sorry dech..!” kata Deva mewakilkan ke-4 nya.
“Ya,udah, kita curhat, yuk...! Sambil makan coklat...!” kata Ozy menengahi.
Selagi mereka ber-6 curhat, sementara itu Rio CS sudah selesai mengatur strategi untuk balas dendam dengan Ozy dan bersembunyi di balik rumput tinggi yang menghiasi taman yang mengelilingi kolam ikan dimana Ozy, Acha dan yang lainnya berada.
“Oke, saat hitungan ke-3, kita mulai menyerbu...! Semua sudah siap ditempat...?” kata Rio memandu.
“SIAP...!” teriak Alvin, Iley, dan Salma.
“Ok, kita mulai...! 1...2...3... Serbu...!” Rio memandu.
Belum sempat mereka menyerbu, Alvin yang tidak melihat jalan yang akan di lewatinya, tersangkut benalu yang menempel di rumput tinggi tempat mereka bersembunyi.
“Aaa...!” teriak Alvin
Karena tidak dapat menjaga keseimbangannya saat akan jatuh, ia malah menubruk Rio dan Iley yang ada di depannya. Karena kaget, Salma yang ada di belakangnya pun ikut jatuh karena tersandung kaki Alvin yang tersangkut benalu. Alhasil, mereka menumpuk seperti Burger, dengan Rio dibawah, Iley, Alvin, dan Salma di paling atas.
“Rio, Iley, Alvin, Salma...! Ngapain kalian di situ...? Tumpuk-tumpukan lagi...! Kayak burger aja...!” kata Lintar tertawa. Diikuti gelak tawa yang lainnya.
“Oh, nggak apa-apa...! Kita Cuma lagi akting jatoh..! Oke, bye..!” kata Rio menahan malu.
“Bye...!” ujar Alvin, Iley dan Salma juga.
“ Bye...!” jawab Nova dengan gayanya yang sok centil.
Mereka ber-4 pun langsung lari menahan malu...
“Alvin... Gara-gara kamu kita gagal menjalankan tugas Boss Rio untuk membalaskan dendamnya sama Ozy...” marah Salma.
“Iya, nich Alvin...! Lihat tuh, Boss Rio jadi bete, kan...?” tambah Iley.
“Iya dech...! Sorry, abizz aku, kan nggak tau kalo ada benalu..!” bela Alvin.
“Udah, skarang, loe harus minta maaf sama Boss Rio...!” kata Salma.
“Iya...!” kata Alvin.
Alvin pun berdiri dari duduknya, kemudian melangkah mendekati Rio yang duduk termenung di bangku taman yang berdekatan dengan air mancur.
“Boss, gue mau minta maaf nich...! Loe maafin nggak...? Gue nyesel banget nich...!” kata Alvin dengan tampang yang bersalah.
“ Udah, dech, Vinz...! Loe nggak perlu merasa bersalah gitu...! Gue maafin kok...! Walau tadi gagal...! Eh, duduk sini... Gue, punya strategi baru, nich..!”
“Apa, Boss....?” teriak Salma dan Iley dari balik pohon rambutan. Sebenarnya, saat Alvin berjalan mendekati Rio, mereka mengikutinya... Mereka takut kalo Alvin akan dihajar babak belur sama Rio.
“Salma, Iyel...! Bukannya, kalian ada di dekat Mushala..? tanya Alvin bingung.
“Ngikutin loe tadi...!” kata Iley cengar-cengir.
“Nie strateginya,.....!!” kata Rio berbisik dengan teman-temannya.
Bla..bla..bla..bla..bla...
“Pasti, ini berhasil...!” kata Rio PeDe.
Besoknya, mereka menjalankan strategi mereka. Mereka meminta kesepakatan Aren sebagai pemancing. Awalnya, mereka mengiming-imingkan uang yang cukup besar. Ditambah, cinta dari Rio. Akhirnya, Aren mau menjalani strategi Rio.
@Kantin SMA
Di kantin, Ozy duduk sendirian, menunggu Acha yang sedang mencari buku ensiklopedia. Aren pun melaksanakan strategi yang di atur Rio. Dia melangkah menuju Ozy yang sedang duduk.
“Hi, Zy..! Kok sendirian??” tanya Aren sok akrab.
“Nggak, gue cuman mau nungguin Acha! Kamu ngapain?” tanya Ozy.
“Cuma mau santai!” kata Aren.
Datang seorang pelayan kantin sekolah mengantar pesanan Ozy dan Aren. Ozy memesan teh panas kesukaannya dan Aren, memesan es kelapa. Ozy pun langsung meminum tanpa menunggu lama.
“Huhh, panas abis...!” teriak Ozy kepanasan.
“Oh, Ozy!!” Aren mengelap mulut Ozy yang terkena teh yang super panas. “Kamu nggak papa, kan?”
Ozy hanya menggeleng.
Dari kejauhan, Acha melihat Aren dan Ozy terlihat mesra-mesraan. Acha sangat marah terhadap Ozy. Masa Cuma gara-gara nggak nemenin dia kekantin dia pindah hati sama Aren, batin Acha.
“Ozy...! Kamu kok tega?” tanya Acha yang tiba-tiba datang.
“Acha...! Cha, dengerin dulu penjelasanku!!” kata Ozy meminta kesempatan Acha.
“Gue nggak perlu denger penjelasan loe!! Loe... loe udah ngehianatin gue...! Cuman gara-gara gue nggak nemenin loe ke kantin...! Mending gue balikan ama Rio..!” Acha marah-marah sambil meninggalkan Ozy yang mengacak rambutnya. Aren hanya senyum-senyum kecil karena rencananya sukses.
“Udah, Zy...! Nggak usah sedih, maafin gue, ya?” bohong Aren, menghibur hati Ozy yang gundah gulana.
“Semua ini salah loe!” bentak Ozy.
Ozypun pergi menyusul Acha. Aren tertawa senang. Harapannya berhasil membuat Acha cemburu terhadap Ozy.
Ozy segera mencari Acha. Kemana... Dimana... Loe berada?? Tanya Ozy dalam hati.
Bagai petir di siang bolong, Ozy melihat Acha memeluk Rio sambil menagis.
Hancur...hancur hatiku..! benak Ozy. Ditambah lagi ia melihat Rio dan Acha memandangnya dengan tatapan sinis, di balik tatapan sinis itu, terdapat senyum licik di wajah Rio.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Dimalam yang sangat dingin, Ozy bersenandung dan bernyanyi di Gazebo rumahnya yang mengarah ke kolam renang.
Tak bisa ku terima
Kau tinggalkan ku
Saat ku butuh kamu
Apa tak kau rasakan
Betapa hancur hidupku tanpa kamu
Aku terlanjur..
Terlalu bergantung padamu..
Jangan pergi...
Jangan pergi...
Jangan kau pergi
Ku tak ingin sendiri
Ku tak sanggup..
Ku tak sanggup..
Sungguh tak sanggup
Hidup tanpa cintamu...
Kau yang buatku tegar
Tuk Terus bertahan...
Jalani hidup ini...
Aku terlanjur..
Terlalu bergantung padamu...
Jangan pergi...
Jangan pergi...
Jangan kau pergi
Ku tak ingin sendiri
Ku tak sanggup..
Ku tak sanggup..
Sungguh tak sanggup
Hidup tanpa cintamu...
Aku terlanjur..
Terlalu bergantung padamu...
Jangan pergi...
Jangan pergi...
Jangan kau pergi
Ku tak ingin sendiri
Ku tak sanggup..
Ku tak sanggup..
Sungguh tak sanggup
Hidup tanpa cintamu...
Ku tak sanggup..
Ku tak sanggup..
Sungguh tak sanggup
Hidup tanpa cintamu...
Tak terasa, air mata Ozy pun menetes. Teringat kenangan manis bersama Acha di gazebo rumahnya.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Hujan turun deras. Acha termenung di tempat tidurnya di lantai 2 yang mengarah ke halaman rumah.
Untuk mengilangkan rasa bosan, ia melihat rekamannya bersama Ozy dulu saat liburan singkatnya berdua di Bunaken.
*FlashBack*
“Zy, awas itu kelapa mau jatoh...!” teriak Acha.
“Mana, Cha..!” Ozy menghindar dari tempat dia berdiri sambil mendongkak kepalanya keatas.“Nggak ada tuh..!” sahut Ozy dengan kepala masih mendongkak keatas.
“Emang nggak ada...!” kata Acha lagi sambil tertawa memegang handycam yang sengaja ia bawa untuk merekam aktifitas mereka disana.
“Achaaaaaaaaaaaaa!!” teriak Ozy mengejar Acha yang sudah lari duluan.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Ia menagis sejadi-jadinya.
“Zy, kenapa loe tega ngehianatin gue??” teriaknya dalam hati.
“Acha...!” teriak seseorang.
Acha mengangkat kepalanya yang sempat ia tundukkan karena menagis.
“Acha...! Maafin gue...!” terdengar suara teriakan lagi.
“Ozy...” kaget Acha. Achapun bangkit dari tempat tidurnya menuju ke balkonnya.
“Acha... Gue mohon elo maafin gue...! Ini cuman salah paham...! Gue bisa buktiin semuanya... Acha gue mohon loe keluar...!” kata orang itu yang ternyata adalah Ozy.
“Ozy, ngapain loe disitu...?” kata Acha tak peduli. “Sono gih pulang!”.
“Gue nggak bakalan pulang sebelum loe maafin gue. Gue bisa ngasih loe bukti..” kata Ozy masih dibawah derasnya hujan. (Kayak Video Klip “Cemburu Menguras Hati”-Vidi Aldiano).
“Ozy...!” Acha meringis iba.
1 jam udah berlalu, Ozy masih dibawah hujan yang masih deras. Kini tekad Acha sudah bulat untuk turun dari lantai 2 memaafkan Ozy.
“Zy, maafin gue juga...! Gue udah biarin loe ujan-ujanan.. Maafin guu, Zy..” tangis Acha.
“Acha...” Ozy memanggil Acha dengan suara yang sangat lirih.
“Ayo masuk, Zy...!” Ozy mengiring Ozy untuk masuk kedalam rumahnya.
Ozy terbaring lemas di sofa rumah Acha. Rumah Acha sedang kosong. Orang tua Acha sedang ada tugas di Singapura dan pembantu lagi mudik, jadi Acha tinggal sendiri. Wajah Ozy terlihat sangat pucat, badannya menggigil dan panas. Karena terlalu lama terkena angin dan hujan.
“Zy, tunggu disini... Gue mau ngambilin loe selimut ama cokelat panas dulu, ya...?”
Ozy hanya mengangguk lemah.
Beberapa menit kemudian, Acha datang membawa selimut yang tebal dan segelas cokelat panas. Lalu diselimutinya Ozy dan diberinya segelas cokelat panas.
“Cha, lihat ini...!” Ozy menyodorkan sebuah handycam yang dikeluarkan dari kantong tas selempangnya.
“Apa maksudnya...?” tanya Acha sambil melihat handycam seperti orang yang bodoh.
“Lihat isinya...” kata Ozy sambil meminum cokelat panas tadi.
Acha kaget setengah mati. Dilihatnya rekaman kemesraan Rio dan Aren di belakang sekolah.
*Isi Handycam*
“Thanks,Ren...! Karena loe, gue bisa balas dendam ama Ozy dapetin Acha balik. Dan, nie uang untuk loe...!” kata Rio sambil menyodorkan sebuah amplop berisikan uang.
“Tapi, jadikan aku yang kedua yach..?” kata Aren genit.
“Gue bakalan jadiin loe pacar gue selain Acha..!” kata Rio sambil mencium kening Aren.
“Thanks...!” kata Aren sambil memeluk Rio.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Acha menangis, menyesal, karena ia sudah tak mempercayai Ozy dan memilih Rio yang sudah jelas-jelas penah nyakitin hatinya.
“Zy, maafin gue...!” kata Acha sambil memeluk Acha.
“Iya, maafin gue juga, ya?” kata Ozy.
“Zy, dapet dari mana rekaman ini, Zy?”kata Acha disela meghapus air matanya.
“Kemaren, waktu pulang sekolah gue ngelihat Aren sama Rio bermesra-mesraan di belakang sekolah. Aku merekan yang mereka lakukan dengan handycam ini. Siapa tau bisa jadi bukti bahwa gue nggak ngelakuin penghianatan ama loe...” jelas Ozy panjang lebar.
“Makasih, ya, Zy... Elo udah selamatin gue dari perkara besar.” Kata Acha.
“Iya...” kata Ozy.
Mereka berdua berpelukan.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Esoknya, Acha bertemu dengan Rio yang bersikap sok santai, seperti tak ada masalah yang besar yang menyelimuti Acha yang terjadi gara-gara dia.
“Hi, beibh...!” kata Rio santai.
“Lihat ini...” kata Acha sambil menunjukan handycam milik Ozy.
Rio bingung setengah mati. Dilihatnya gambarnya bersama Aren di belakang sekolah.
“Dapat dari mana loe, Cha?” kata Rio kelabakan.
“Dapat darimana loe kata? Gue sakit hati, Yo... Gue udah percayain loe buat gue, dan gue rela ninggalin Ozy yang sebenarnya tulus mencintai gue!! Heh, gue salah besar!” kata Acha sinis.
“Cha, gue minta maaf...!” kata Rio lugu.
“Udah, gue maafin loe.. Tapi gue hanya bisa berteman sama loe...” kata Acha.
“Ok, loe boleh balik sama Ozy, gue rela...” kata rio akhirnya.
Akhirnya Ozy dan Acha balikan dan Rio pacaran ama Aren. ( Nasib rasi Bintang gak usah diceritain ya? Nggak penting juga!! )
